Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

22 Anak Buah KKB Papua Ditembak Mati, TNI-Polri Konsentrasikan Pasukan di 4 Markas OPM

 



SRIPOKU.COM, PAPUA--Beberapa wilayah di Papua telah dipetakan menjadi daerah rawan terjadinya aksi kekerasan dan pembunuhan oleh KKB.

Merespon berbagai aksi yang dilakukan KKB, TNI maupun Polri telah berupaya keras melakukan berbagai cara untuk memanilisir berbagai aksi dari kelompok separatis yang meminta merdeka itu.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni membentuk satuan tugas khusus.
Bahkan tidak sedikit pasukan TNI-Polri di terjunkan di daerah basis KKB menjadi korban, salah satunya Jenderal TNI Bintang satu yang menjabat sebagai Kabinda Papua.

Factor Kelompok Kriminal Bersenjata Papua sulit diberantas.

Perlindungan dari tokoh local, Faktor taktikal geografis yang lebih sulit, dan faktor koordinasi antar lintas tim yang ikut bergerak bersama-sama melawan KKB.

Markas KKB di Papua

Sementara itu, Insitusi kepolisian telah memetakan kabupatan yang menjadi basis dari kelompok sparatis papua merdeka, antara lain.  Intan Jaya, Mimika, Nduga, Puncak dan Puncak Jaya

wilayah Intan Jaya terdapat tiga kelompok KKB yang kerap melakukan kekerasan. Kelompok itu yakni kelompok pimpinan Sabinus Waker, kelompok Undius Kogoya danSementara di Kabupaten Puncak, terdapat lima kelompok yang berdiam di wilayah ini, yakni kelompok pimpinan Goliath Tabuni, kelompok Lekagak Telenggen, kelompok Peni Murib, dan kelompok pimpinan Ando Waker.

Sementara untuk di Mimika dan Nduga masing-masing satu kelompok yakni di Mimika kelompok pimpinan Joni Botak dan di Nduga kelompok pimpinan Egianus Kogoya.

Sepanjang 2021 polisi mencatat sedikitnya lebih dari 30 kasus penyerangan, penembakan dan kontak senjata yang dilakukan KKB di empat kabupaten ini. kelompok pimpinan Lewis Kogoya.