Kami akan Terus Perang' Teriak Bos KKB Papua saat Latih Remaja Bertempur, Anggotanya Diberi Tombak
Salah satu bos KKB Papua, Undius Kogoya menyerukan perang terhadap TNI-Polri.
Pesan itu disampaikan Undius Kogoya ketika melatih para remaja bertempur.
Dalam video yang diunggah akun Benjamin Burton, terlihat Undius Kogoya berdiri di tengah-tengah remaja.
Disebutkan dalam keterangan video, Undius Kogoya tengah melatih para remaja itu berperang.
Ia juga terdengar menyampaikan pidato untuk para remaja tersebut.
Adapun para remaja itu hanya dibekali dengan senjata tradisional seperti tombak dan anak panah.
Tidak ada satu pun yang memegang senjata api.
Di sela-sela pidatonya, terdengar Undius Kogoya menyerukan perang melawan TNI-Polri.
Wilayah Intan Jaya kami akan terus berperang sampai Papua merdeka," ucapnya.
Buntut penembakan dua tukang ojek di Puncak Jaya, Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri memberi instruksi khusus kepada seluruh jajarannya.
Mathius langsung mengambil langkah cepat untuk mengejar pelaku penembakan yang menyebabkan seorang tukang ojek meninggal dunia.
Penembakan yang menewaskan 1 orang tukang ojek, dan satunya luka terjadi pada Selasa ( 12/4) sekira pukul 10.00 WIT.
“Kejadian ini sangat disayangkan karena kita menganggap bahwa Kabupaten Puncak Jaya ini lebih kondusif selama kurang lebih hampir dua tahun," kata Irjen Pol Mathius D Fakhiri melalui rilis pers yang diterima Tribun-Papua.com, Selasa malam.
Namun, lanjut dia, pada hari ini telah terjadi lagi kejadian penembakan.
Kapolda Papua menjelaskan kejadian itu tepatnya di wilayah antara Burage dan Tinggi Nambut
“Dari kejadian tersebut kita ketahui satu tukang ojek tewas atas nama SL yang mengalami luka tembak pada rusuk bagian kanan," ujarnya.
Selanjutnya, satunya lagi mengalami luka rekoset berinisial SDP suku Makassar yang masih dalam keadaan sadar dan sementara masih dalam penanganan di Rumah Sakit Mulia, Kabupaten Puncak Jaya Mulia.
Tapi juga, kata dia, situasi itu tak lagi berkembang ditempat-tempat lain.
Kami dari Polda Papua akan kembali melakukan penebalan perkuatan Anggota khususnya di Kabupaten Puncak Jaya agar kita bisa melakukan monitoring," ujarnya.
"Nantinya kita akan menempati kembali posisi yang dulunya terdapat anggota yakni di Burage dan Kulirik,"ujarnya.
"Kita berharap dengan adanya penebalan ini, nantinya bisa melakukan pengawasan kepada kelompok yang ingin membuat gaduh di Kabupaten Puncak Jaya yang sudah tenang dan begitu juga di wilayah lainnya,” katanya.
Irjen Mathius Fakhiri mengatakan di daerah Puncak Jaya dulunya adalah salah satu tempat gangguan KKB yang cukup besar dan memang beberapa waktu lalu sudah bergeser ke Kabupaten Puncak.
Kami sangat berharap agar tidak ada lagi kejadian seperti ini sehingga saya sudah memberikan penekanan kepada Kapolres agar melakukan langkah-langkah cepat,"ujarnya.
"Saya juga mengingatkan kepada para pencari nafkah, pekerja tukang ojek agar betul-betul mempertimbangkan keselamatan diri,"katanya.
Lanjut dia, lantaran mereka sudah lama disana dan sudah mengetahui mana yang rawan jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak dinginkan.
"Memang Puncak Jaya ini kami tidak melakukan pengawasan yang super ketat karena sudah dua tahun ini situasi di kabupaten itu cukup kondusif serta aman dan nyaman,"ujarnya.
Namun dengan adanya kejadian ini, menurut dia, pihaknya sangat menyayangkan bila lantaran harus kembali meningkatkan kewaspadaan.
Ia berharap daerah-daerah lain tidak terjadi gangguan-gangguan seperti ini agar aktivitas masyarakat lancar.
Sehingga, tambah dia, ekonomi bisa tumbuh dengan baik seperti di kabupaten yang selama ini aman terkendali.