Kecelakaan Maut Truk dan Minibus di Pemalang, 5 Orang Meninggal Dunia
Pemalang. Jawa Tengah - Kecelakaan maut antara truk dengan minibus terjadi di Jalur Lingkar Utara Pemalang, Desa Kabunan, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jumat pagi (01/03/2022), akibatnya 5 orang meninggal dunia dan 4 orang mengalami luka luka.
Menurut keterangan salah seorang warga, Sudinah (52) yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian, menjelaskan jika kejadian kecelakaan terjadi pada sekitar jam 04.00 WIB. Saat itu terdengar suara seperti besi besar yang jatuh dijalan.
“Tadi pagi saat itu saya mendengar suara klontang, cukup keras. Kemudian saya melihat ternyata ada bumper truk yang jatuh di tengah jalan. Saya juga melihat ada sebuah truk yang berhenti, dan salah satunya akan mengambil bumper yang jatuh tetapi kondisi pintu truknya masih terbuka," Sudinah.
"Namun dari arah belakang muncul truk lain. Karena ada orang yang mengambil bumper itu dan ada truk yang berhenti, truk dari belakang langsung oleng ke kanan, " lanjutnya.
Truk yang berhenti mengambil bumper tersebut, hingga saat ini belum diketahui identitasnya.
Sementara itu truk dengan nomor polisi Pol P-9762-UY, yang dikemudikan Heri Kuwanto (35), warga Desa Banyuputih Kidul, Kecamatan Jatirojo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dari arah Jakarta menuju ke Semarang.
Karena jarak kedua truk tersebut terlalu dekat, truk yang dari belakang oleng ke kanan , dan tiba-tiba dari arah berlawanan, muncul mini bus Elf nomor polisi K-1041-KT.
“Truk yang oleng ke kanan karena menghindar tersebut, supirnya berteriak Allahuakbar, dan menghindari orang yang mengambil bamper, langsung oleng kekanan dan bertabrakan dengan elf dari arah berlawanan, suara nya cukup keras," lanjutnya
Setelah itu Sudinah bingung harus apa. Sudinah kembali ke warung untuk mengambil air minum dan diberikan kepada penumpang nya yang masih hidup.
" Seingat aku penumpang minibus itu ada enam atau lima. Namun tiga penumpang diantara sudah berlumuran darah," imbuhnya.
Tak berselang lama beberapa petugas datang ke lokasi kejadian dan membawa korban ke rumah sakit.
“ Pada saat korban dibawa ke rumah sakit, ada beberapa orang sudah meninggal dunia. Tadi waktu saya tanya itu rombongan dari Jepara,” jelasnya.
Jumat pagi (01/02/2022), petugas Unit Penegakan Hukum Satlantas Polres Pemalang, langsung melakukan olah kejadian perkara.
Kanit Gakum Satlantas Polres Pemalang, Iptu Nuryadi, menerangkan terkait dengan kejadian kecelakaan tersebut, kecelakaa maut yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB pagi. Pada saat itu ada satu unit truk boks berwarna biru berhenti di jalan karena bumper depannya yang terlepas di lokasi kejadian.
"Pengemudi truk box tersebut mau mengambil bumper, namun dari arah belakang muncul kendaraan truk. Karena jarak kedua truk itu dekat, pengemudi truk banting setir ke kanan untuk menghindari truk box tersebut. Saat itu dari arah berlawanan muncul minibus elf dan terjadi lah kecelakaan," kata Nuryadi.
Truk boks warna biru, hingga saat ini belum diketahui identifikasinya dan masih dalam pengejaran. Tim Polres Pemalang telah menggelar olah TKP di lokasi kejadian.
"Kita melakukan Olah TKP bersama Tim TAA (traffic accident analysis) dan Kasi Laka Polda Jateng. TAA untuk menganalisa kejadian kecelakaan ini," lanjutnya.
Dalam kesempatan ini Nuryadi mengatakan selain lima orang tewas, terdapat beberapa korban luka yang masih dirawat di rumah sakit.
"Ya ada lima korban kecelakaan yang meninggal dunia baik dari truk maupun minibus elf, ada korban luka berat dan ringan, semuanya hingga saat ini masih di Rumah Sakit Siaga Medika," pungkas Nuryadi.
Sementara itu, Sugeng Prastowo, Kepala PT Jasa Raharja Perwakilan Pekalongan, membenarkan akibat kecelakaan maut di Pemalang tersebut, 5 orang meninggal dunia dan masih berada di rumah sakit Siaga Medika.
Ada lima orang meninggal dunia, 3 luka berat dan satu luka ringan. Kita tadi telah pengecekan di rumah sakit Siaga Medila. Tentunya kita pastikan para korban mendapatkan asuransi,” kata Sugeng Prastowo.
Menurutnya, pihaknya menjamin untuk korban yang saat ini berada di RS Siaga Medika Pemalang.
“Kita juga sudah berkordinasi dengan kantor jasa Raharja asal korban. Bagi korban meninggal dunia yang mempunyai ahli waris yang sah, maka Jasa Raharja menyerahkan hak santunan kematian kepada ahli waris korban sebesar Rp50.000.000 langsung secara cashless ke rekening ahli waris tanpa ada potongan apapun, secepatnya,” ungkapnya.