Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Keluarga Pelajar SMP yang Jasadnya Ditemukan Jadi Tengkorak Ungkap Fakta Kejanggalan, Ternyata Artikel ini telah tayang di JPNN.com dengan judul "Keluarga Pelajar SMP yang Jasadnya Ditemukan Jadi Tengkorak Ungkap Fakta Kejanggalan, Ternyata", https://jatim.jpnn.com/jatim-terkini/13770/keluarga-pelajar-smp-yang-jasadnya-ditemukan-jadi-tengkorak-ungkap-fakta-kejanggalan-ternyata

 


Kematian seorang pelajar bernama Valentino Tandjung, yang ditemukan dalam kondisi jasad sudah menjadi tengkorak rupanya menyimpan tanda tanya besar bagi keluarganya.

Ibu korban, yakni Yuliantini meyakini kalau kematian anaknya bukan karena bunuh diri melainkan dibunuh seseorang. Keyakinannya itu didasari beberapa barang Valentino yang hilang. Sebelum dilaporkan hilang pada 6 Maret 2022 di Polsek Rungkut, korban sempat membawa uang tabungannya sebesar ratusan ribu rupiah.

Sebelum hilang, waktu berangkat itu dia bawa dompet berisi uang ratusan ribu. Dompetnya enggak ada, hanya ada lima ribu di saku bajunya," kata Yuliantini, Sabtu (23/4). Kejanggalan lainnya, yaitu layar ponsel milik korban yang ditemukan kondisinya retak, padahal sebelumnya baik-baik saja. "Sebelumnya itu hp-nya enggak kenapa-kenapa, pas ditemukan layarnya sudah retak," ujarnya.

Yuliantini juga tak mengetahui celana yang dikenakan anaknya pascaditemukan. Penggunaannya tampak aneh karena celana pramuka di bagian dalam lalu didobeli menggunakan celana pendek di luarnya. "Celana pendek itu saya enggak mengenali punya siapa. Waktu ditemukan kaki satunya pakai kaus kaki dan satunya lagi enggak, sepatunya lepas semua," bebernya.

Dia juga menduga kalau korban dipukuli terlebih dahulu sebelum digantung di pohon karena melihat gigi anaknya yang bagian depan banyak yang sudah copot.
Katanya bagian gigi itu lama proses pelepasannya, butuh bertahun-tahun. Kalau gigi Valentino yang diperkirakan mati cuma baru sebulan terus rontok itu juga ganjil," ucap Yuliantini. Valentino ditemukan dalam kondisi sudah menjadi tengkorak tergantung di pepohonan belakang Mal Transmart Jalan Raya Kalirungkut, Surabaya. Dia merupakan bocah yang memiliki kelainan dalam psikologi, atau disebut autis. Kematiannya oleh pihak kepolisian disimpulkan bunuh diri karena tak ditemukan tanda-tanda kekerasan.