Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Train to Busan Trending di Twitter, Ternyata 'Wabah Zombie' Ditemukan di Kanada, Bermula dari Rusa

 

TRIBUN-MEDAN.com – Train to Busan menjadi trending di Twitter, Selasa (5/4/2022). Ternyata trendingnya film yang dibintangi oleh Gong Yoo lantaran ditemukan infeksi aneh pada rusa di Kanada.

Melansir dari thevocket.com, sebuah infeksi aneh, melemahkan, dan sangat menular menyebar ke seluruh populasi rusa di Kanada Barat.

Menurut para ahli, penyakit wasting kronis (CWD) atau lebih dikenal sebagai 'wabah zombie' adalah fenomena yang mengkhawatirkan yang dapat memiliki dampak ekologi dan konservasi dalam waktu dekat, kata para ahli.

Menurut laporan VICE World News, pakar penyakit satwa liar sekaligus peneliti di University of Alberta, Margo Pybus mengklaim bahwa wabah itu menyebar melalui rusa di padang rumput dan bagian taman yang ditemukan di sekitar Alberta serta Saskatchewan.

Wabah ini pertama kali ditemukan pada akhir 1960-an di penangkaran rusa di fasilitas penelitian dan kemudian ditemukan lagi terdeteksi pada populasi rusa liar di Colorado pada tahun 1981.

Sejak itu, wabah telah menyebar dan terdeteksi di 26 negara bagian dan telah diklasifikasikan sebagai endemik di beberapa tempat.

Meskipun sebagian besar infeksi telah terdeteksi di Alberta dan Saskatchewan, Manitoba melaporkan kasus liar pertama yang didokumentasikan pada akhir 2021.

Di Kanada, penyakit ini pertama kali muncul pada tahun 1996 di peternakan rusa di Saskatchewan, kemudian menyebar ke populasi liar.

Alberta mengkonfirmasi kasus pertamanya pada Desember 2005 pada rusa liar, hewan buruan yang ditangkap di dekat perbatasan Saskatchewan, kata Pybus.

CWD terdeteksi melalui sampel yang disediakan oleh pemburu di bawah program pengawasan perburuan, di mana pemburu menyiapkan sampel hewan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Rusa adalah inang penyakit ini.

Ketika terinfeksi penyakit ini, rusa akan menjadi lemah dan kurus.

Ia juga akan kehilangan rasa takutnya terhadap manusia dan predator lainnya, air liur akan keluar, jalannya tidak teratur, depresi, perubahan perilaku dan selanjutnya kelumpuhan.

Gejala ini membuat beberapa anggota masyarakat menyebut CWD sebagai 'epidemi zombie' karena penyakit ini dapat ditularkan melalui kontak hewan-ke-hewan, terutama melalui urin dan air liur.

Bagi Pybus, CWD adalah penyakit yang berbahaya karena dibutuhkan setidaknya dua tahun bagi seekor rusa untuk menunjukkan gejala bahwa ia mengidap penyakit tersebut.

Sebelumnya, rusa yang terinfeksi CWD berperilaku dan tampak normal, bisa makan, bergerak, dan bahkan kawin seperti yang dilakukan hewan sehat.

Namun dalam diam, rusa tersebut justru menyebarkan penyakit tersebut ke rusa lainnya.

Kami percaya bahwa pada tahap awal penyakit memasuki daerah baru, (metode) utama penularannya langsung, dari individu yang terinfeksi (rusa) ke individu yang tidak terinfeksi,” kata Pybus.

"Tetapi semakin lama CWD berada di suatu daerah dan semakin banyak rusa yang terinfeksi, Anda mulai melihat akumulasi prion di tanah dan seiring waktu lingkungan mulai memainkan peran yang lebih besar dalam menginfeksi rusa." Katanya.

Para ahli mengklaim bahwa pemburu dan pemakan daging rusa dapat terpapar CWD, baik melalui penanganan karkas atau melalui asupan daging.

Namun hingga saat ini, tidak ada kasus yang tercatat pada manusia, tetapi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS “sangat merekomendasikan” bahwa rusa yang diambil dari daerah yang diketahui memiliki CWD harus diuji sebelum memakannya, dan tidak makan daging jika dinyatakan positif.

"Hal yang benar-benar mengkhawatirkan tentang penyakit wasting kronis adalah efek jangka panjangnya pada populasi rusa," kata Pybus.

Menurut Pybus, rusa yang lahir di daerah di mana penyakit sudah ada lebih mungkin terinfeksi, dan karenanya akan mati lebih awal serta semakin memperpendek kapasitas reproduksi populasi.