Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gadis Cantik asal Garut yang Nyaris Dijual Rp300 Ribu ke Sopir Truk, Begini Kronologi Lengkapnya

 

Natalie Azata Sania (19) seorang remaja perempuan di Garut nyaris menjadi korban kebringasan lelaki hidung belang.

Ia dijual oleh teman prianya kepada sopir truk dengan tarif Rp 300 ribu dan beruntungnya dia kabur saat transaksi itu sedang berlangsung.

Pengakuan Sasa ini kemudian viral di media sosial.

Kisah pilunya itu ia bagikan di linimasa Facebook yang kemudian mendapat banyak respons dari netizen.

Perempuan yang akrab di sapa Sasa itu mengatakan saat ini ada lebih dari tiga orang yang mengadukan nasib yang sama kepadanya.

Bahkan menurutnya ada korban yang masih di bawah umur yang mengalami kejadian seperti dirinya sama empat tahun yang lalu.

Para korban berani bersuara setelah Sasa mengunggah curhatannya tentang kebejatan temannya yang berinisial YR.

"Ada satu korban dari kebejatan si YR yang masih di bawah umur, dia sudah dibawa ke hotel, bahkan sudah nyaris disetubuhi," ucapnya.

Sasa menjelaskan, ia akan terus berusaha mencari korban lain dari kelakuan bejat teman laki-lakinya itu.

Ia mengaku tidak menyangka YR bisa berbuat demikian, padahal menurutnya YR kerap bersikap baik padanya sejak pertama kali kenal di akhir 2021.

Baca juga: Reuni SMP Membawa Petaka, Diajak Balik Bareng Pria Pendiam, Mamah Muda Kaget Terbangun Tanpa Baju

Pertemuan dengan YR itu pun merupakan pertemuan pertama kali sejak ia mengenalnya.

"Aku bener-bener gak nyangka ya, liat postingan-postingannya alim banget tapi ternyata kelakuannya bejat," ucapnya.

Sasa mengajak perempuan di luaran sana yang pernah menjadi korban dari kebejatan YR agar ikut bersamanya bersuara.

Aku mengajak, ayo bersuara, tanpa bersuara pelaku tak merasa jera," ucapnya.

Ia meyakini di luar sana masih banyak korban dari YR yang saat ini takut untuk bersuara.

Ia juga berencana akan menemui para korban satu per satu.

Awal kejadian.

Kejadian itu bermula saat ia diajak bertemu dengan teman laki-lakinya berinisial YR (29) di Alun-alun Garut pada tanggal 18 April 2022 malam.

"Awalnya janjian mau COD, dia jual topi sama aku, aku nunggu di Alun-alun Garut kebetulan dekat rumah, tapi dia agak ngaret, baru datang jam 10 malam," ujarnya kepada Tribunjabar.id.

Setelah pertemuan itu, kata Sasa, ia tidak diizinkan pulang oleh teman laki-lakinya itu dengan alasan sedang menunggu teman perempuan lainnya.

Tak lama kemudian ia dibawa menuju arah Simpang Lima menggunakan motor YR.

Aku sama si YR itu terpaksa berteduh yah, di daerah Gordah pinggir jalan, malam itu hujan gede banget," ucapnya.

YR mulai bersikap cabul kepadanya dengan berani meraba-raba bagian tubuhnya.

Ia yang merasa risih kemudian mencoba menghindar saat YR mulai melakukan perbuatan bejatnya.

"Aku terus menghindar dari dia, terus menghindar, duh kok dia kayak gini. Akhirnya tangannya diam setelah aku berontak," ucapnya.

Sasa, yang merasa tidak nyaman, kemudian memaksa YR untuk mengantarnya pulang.

Namun YR bersikukuh menahannya dengan alasan mau bertemu dulu dengan teman YR.

Selang beberapa waktu, menurutnya, mulailah ia curiga dengan gelagat YR.

YR menyuruhnya untuk berfoto dengannya, kemudian foto tersebut dikirimkan ke salah satu temannya di WhatsApp.

Terjadilah obrolan antara YR dan temannya itu.

"Dia kan chatnya pakai voice note yah, aku denger dia bilang ke temannya gini, 'yeuh aya awewe alus' (ini ada perempuan bagus)."

Terus aku denger dia bilang harganya tiga ratus ribu, aku kaget dan takut waktu itu," ungkapnya.

Setelah hujan reda, akhirnya Sasa dibawa ke kawasan Simpang Lima, di tempat itu YR menunggu kedatangan temannya yang sudah melakukan janji sebelumnya.

Tidak lama kemudian datanglah kendaraan truk menghampiri Sasa dan YR.

Sasa mengaku keadaan tersebut membuatnya semakin takut lalu berusaha untuk lari menyelamatkan diri.

Aku diam di situ kan di tempat makan ya, aku liat si YR dan dua orang supir truk bincang-bincang, aku mulai curiga dan berusaha lari, kaki aku gemeteran banget takut," ucapnya.

YR berusaha mencegahnya untuk pergi, bahkan menurutnya ia pernah berusaha menjauh dari YR namun kembali ditarik olehnya.

Saat itu kemudian ia berontak, tapi YR kembali bisa mencegahnya.

"Akhirnya aku bisa kabur, lari menjauh dari YR dan masuk gang, saat itu jam udah pagi, jam satu pagi," ungkap Sasa.

Dengan penuh ketakutan ia bertahan cukup lama di salah satu gang di kawasan tersebut hingga akhirnya bisa keluar dan meminta bantuan warga sekitar.

Menurutnya, ia bisa pulang lantaran dibantu oleh salah seorang satpam yang bertugas di salah satu kantor pemerintahan Garut.

"Saat itu aku dibawa pulang sama dia, alhamdulillah aku selamat," ucapnya.

Ia pun membagikan kisahnya itu yang kemudian viral di Facebook dan Instagram.

Sasa mengaku hingga saat ini masih syok karena hampir jadi korban perdagangan manusia.

"Pas aku share pengalamanku ke Facebook, ternyata korban si YR itu banyak, bahkan ada yang sudah masuk hotel."

"Saat ini masih aku tampung siapa saja yang jadi korbannya si YR," ucapnya