Kelakuan TNI Gadungan Bikin Geregetan, Ngaku Kopassus Mati Kutu Digas Tentara Asli
Menjadi seorang abdi negara memang merupakan impian banyak orang. Termasuk menjadi seorang tentara, menjadi bagian dari punggawa ibu pertiwi.
Butuh perjuangan dan kerja keras untuk meraih asa menjadi seorang tentara. Di tengah banyak orang yang berjuang dengan peluh dan air mata, beberapa oknum justru beraksi di jalan yang berbeda.
Mereka nekat menjadi seorang tentara gadungan. Bahkan, salah satunya mengaku sebagai anggota pasukan elite TNI AD Kopassus. Namun, ia bertemu dengan tentara asli dan langsung mati kutu. Berikut ulasan selengkapnya.
Ngaku Ajudan Panglima TNI
Belum lama ini, seorang pria bernama Slamet Iskandar Syah (SIS) warga Kecamatan Songgom, Brebes, Jawa Tengah diketahui beraksi menjadi tentara gadungan. Ia lantas berhasil diamankan Koramil 17 Songgom Kodim 0713 Brebes, Senin (21/3) silam.
Kebohongan tersebut bermula saat SIS dan sang istri tengah mengurus perizinan guna menggelar acara resepsi dengan pedang pora pada 23-24 Maret 2022. SIS yang meminta izin ke kepala dusun langsung dilaporkan Babinsa.
Lalu, Babinsa dan anggota unit Intel Kodim Brebes pun melakukan pengecekan kebenaran informasi tersebut. Setelah diselidiki, ditemukan adanya kejanggalan pada surat undangan pernikahan yang mencantumkan kehadiran Panglima TNI beserta para pejabat lainnya.
Usai dilakukan penelusuran, ternyata semua hal tersebut merupakan kebohongan belaka. SIS yang mengaku dinas di Mabes TNI sebagai ajudang Panglima TNI turut menyeret kebohongan sang istri yang juga menyebut dirinya sebagai anak Kolonel TNI.
Saat dimintai keterangan lebih lanjut, SIS mengaku dirinya diarahkan untuk menjadi tentara usai dihubungi seorang yang mengaku bernama Kolonel Waris.
"Saya kan di WA katanya 'habis jalan sama anak saya ya, saya Kolonel Waris' saya enggak nanya katanya emang anaknya pak Waris jadi kalau bapaknya WA ya sudah... Iya karena diarahkan (bilang jadi tentara) sama nomor itu," kata SIS.
"Sudah lah kamu mau berkelit apapun yang kita permasalahkan identitas kamu, paham? Identitas kamu itu sudah pemalsuan identitas. Pas kamu bikin KTP kan pasti mereka nanya apa pekerjaan kamu lah kamu ngomong TNI AD berarti kan," kata seorang anggota TNI.
Soal pemalsuan e-KTP, SIS terus berdalih. SIS juga mengaku, bahwa dirinya saat ini sudah tidak bekerja sebagai satpam kembali usai ditawari untuk menjadi tentara gadungan.
"Kamu security tinggal (ngomong) security aja kok ngaku-ngaku tentara," kata anggota TNI.
Atas kasus tersebut, Polres Brebes menyita sejumlah barang bukti berupa satu stel pakaian PDL TNI, baret Kopassus, pas foto memakai pakaian tentara, foto Danrem Madiun, KTP TNI palsu.
Selain itu, ada pula SIM A, SIM C, dompet hitam, kunci motor logo Akmil, kunci rumah logo Akmil, sebuah mobil Avanza Nopol F 1129 CQ beserta STNK, lima kartu ATM, satu NPWP, slip bukti transfer uang sejumlah Rp50 juta dan Rp60 juta dan uang tunai Rp26,5 juta.
Soal pemalsuan e-KTP, SIS terus berdalih. SIS juga mengaku, bahwa dirinya saat ini sudah tidak bekerja sebagai satpam kembali usai ditawari untuk menjadi tentara gadungan.
"Kamu security tinggal (ngomong) security aja kok ngaku-ngaku tentara," kata anggota TNI.
Atas kasus tersebut, Polres Brebes menyita sejumlah barang bukti berupa satu stel pakaian PDL TNI, baret Kopassus, pas foto memakai pakaian tentara, foto Danrem Madiun, KTP TNI palsu.
Selain itu, ada pula SIM A, SIM C, dompet hitam, kunci motor logo Akmil, kunci rumah logo Akmil, sebuah mobil Avanza Nopol F 1129 CQ beserta STNK, lima kartu ATM, satu NPWP, slip bukti transfer uang sejumlah Rp50 juta dan Rp60 juta dan uang tunai Rp26,5 juta.