China Akui Indonesia Perluas Kehadiran Militer di Natuna Utara: Jakarta Semakin Kuat
Sebagai negara yang berdaulat tentunya Indonesia akan melindungi teritorial NKRI termasuk Laut Natuna Utara.
Mengingat eskalasi di Laut Natuna Utara dalam beberapa waktu ke belakang terus meningkat.
Adanya peningkatan tensi di Laut Natuna Utara tak terlepas dari kehadiran klaim China.
China dengan berani memasukan hampir sebagian Laut Natuna Utara Indonesia ke dalam teritorial Tiongkok.
Dalam peta yang diakui secara sepihak oleh China, memperlihatkan bahwa Tiongkok mencaplok ZEE Indonesia di Laut Natuna Utara.
Apa yang dilakukan China terhadap teritorial maritim Indonesia di Laut Natuna Utara tentu tak bisa dibiarkan.
Karena Indonesia merupakan pemilik sah dari ZEE Laut Natuna Utara yang diklaim China.
China mendasari klaim di Laut Natuna Utara berdasarkan Nine Dash Line.
Nine Dash Line yang diakui sepihak oleh pemerintah China menyasar teritorial Indonesia dan beberapa negara di ASEAN.
China menginginkan perundingan di Natuna Utara.
Namun Indonesia tak mau lantaran kedaulatan negara tak bisa dirundingkan ataupun ditawar.
Karena jika ada perundingan pastilah ada win-win solution sementara China tak punya hak di Natuna Utara namun meminta keuntungan dari sana.
Indonesia sendiri lantas berpikir jika persiapan untuk menyambut konflik bersenjata yang mengancam kedaulatannya bukan hanya di Natuna Utara mesti dilakukan saat ini.
Oleh sebab itu Indonesia merancang taktik bertempur diluar pagar perbatasan negara supaya pertempuran tak menjalar di dalam negeri.
"Jika kita terpaksa harus bertarung, akan kita hindari pertarungan di dalam rumah sendiri.
Sebab, menang sekalipun rumah kita akan hancur berantakan, keluarga ketakutan, bahkan menjadi korban.
Jika kita terpaksa harus berkelahi, akan kita lakukan di batas terluar pagar pekarangan kita," ujar KASAL Laksamana TNI Yudo Margono pada 3 Februari 2022, sebagaimana dikutip Zonajakarta.com.
Jika merujuk di Natuna Utara, militer Indonesia sudah siap sedia bertempur di sana.
Alutsista yang ditempatkan militer Indonesia di Natuna pun kelas satu.
Dimana nantinya mesin perang terbaik akan berada di Natuna seperti F-16 Block 52ID, Su-27/30 hingga kapal perang korvet macam KRI Bung Tomo.
Di sisi lain, Pengamat militer Felix K. Chang dari Amerika Serikat (AS) menuturkan bila tiga kapal selam Indonesia siap di Natuna Utara.
"Baru pada tahun 2014 Jakarta memperluas pangkalan angkatan laut Pontianak di Kalimantan.
Kemudian pada tahun 2021, setelah persiapan yang panjang, Jakarta membangun pangkalan baru di Pulau Natuna untuk tiga kapal selam serang diesel-listrik yang direncanakannya," ujar Felix dikutip dari fpri.org, 14 April 2022.
China juga mengakui bila Indonesia terus memperkuat kehadirannya di Natuna Utara.
Ini dilaporkan Media China 163.com yang membahas mengenai kehadiran militer Indonesia di Natuna Utara.
“Selama bertahun-tahun, pemerintah Indonesia secara bertahap memperluas kehadirannya di Kepulauan Natuna melalui jalur hukum, diplomatik, militer, dan lainnya,
dan telah mengabaikan garis putus-putus tradisional Tiongkok untuk mengusulkan zona ekonomi eksklusif 200 mil laut.
Saat ini, Indonesia semakin kuat," ungkap 163.com pada 5 Juni 2022.
Ini menunjukkan bahwa Indonesia sangat siap dan sigap dalam menghadapi berbagai kemungkinan di Laut Natuna Utara.
Penguatan militer memang terus dilakukan Indonesia untuk memperkuat dan meningkatkan pertahanan nasional.
Mengingat militer yakni TNI merupakan garda terdepan dalam emlindungi dan menjaga kedaulatan NKRI.
Ini sudah jelas tertuang di dalam Pasal 30 ayat (3) UUD 1945.
"Tentara Nasional Indonesia terdiri atas Angkatan Darat, Angkatan laut dan Angkatan Udara sebagai alat negara bertugas mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara." bunyi Pasal 30 ayat (3) UUD 1945.
Di sisi lain, pengamat militer Felix K. Chang dari Amerika Serikat (AS) menuturkan bila tiga kapal selam Indonesia siap di Natuna Utara.
"Baru pada tahun 2014 Jakarta memperluas pangkalan angkatan laut Pontianak di Kalimantan.
Kemudian pada tahun 2021, setelah persiapan yang panjang,
Jakarta membangun pangkalan baru di Pulau Natuna untuk tiga kapal selam serang diesel-listrik yang direncanakannya," ujar Felix dikutip dari fpri.org, 14 April 2022.
Dan Indonesia juga memang terus memperkuat pertahanan nasional.
“Itu tidak diragukan lagi merupakan faktor kunci dalam keputusan angkatan laut Indonesia untuk mengakuisisi tiga kapal selam serang diesel-listrik kelas Nagapasa (varian dari kelas Chang Bogo, yang berasal dari Type 209).
Dan angkatan laut jelas memiliki rencana untuk membuat lebih banyak kapal selam, terutama setelah kapal itu bermarkas di pangkalan kapal selam baru di Pulau Natuna pada April 2021.
Angkatan laut Indonesia telah menyusun struktur kekuatan yang dianggap perlu untuk mempertahankan perairan negara dengan baik dalam cetak biru Green-Water Navy-nya.
Pada tahun 2024, membayangkan armada 274 kapal yang akan dibagi menjadi "kekuatan penyerang" dari 110 kapal, "pasukan patroli" dari 66 kapal, dan "kekuatan pendukung" dari 98 kapal.
Khususnya, pasukan itu akan memasukkan selusin kapal selam serang diesel-listrik," jelas Felix. (ZJ)