Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Isu Gugatan Cerai Nathalie pada Sule Cuma Settingan Terjawab, Astrid Kuya Akhirnya Buka Suara

 


Ihwal gugatan cerai artis Nathalie Holscher pada komedian Sule jadi perhatian. Namun, ada yang menyebut cuma settingan.

Terkait isu gugatan cerai Nathalie Holscher pada ayah Rizky Febian dan Putri Delina itu cuma settingan jadi perhatian Astrid Kuya.

Akhirnya, istri Uya Kuya itu menjawab isu gugatan cerai Nathalie Holscher kepada Sule dianggap settingan.

Memang, kabar Nathalie Holscher menggugat cerai Sule membuat heboh.

Drama perceraian Nathalie dan Sule juga tak henti jadi sorotan.

Hingga akhirnya muncul kabar gugatan cerai Nathalie kepada Sule hanyalah settingan.

Mendengar kabar tersebut, Astrid Kuya syok.

Bagaimana tanggapan istri Uya Kuya tersebut?

Astrid Kuya yang merupakan istri Uya Kuya tak terima gugatan cerai Nathalie Holscher kepada Sule sebagai settingan.

Astrid Kuya yang merupakan tante Nathalie Holscher dikenal istri Uya Kuya pasang badan dan menanggapi prahara rumah tangga Sule dengan menohok.

Menurut Astrid Kuya, mustahil Nathalie Holscher merekayasa prahara rumah tangganya dengan Sule khususnya terkait perceraian.

Nathalie Holscher resmi menggugat cerai kepada komedian Sule pada 5 Juli 2022.

Mereka itu sudah pernah tinggal serumah lagi sejak dua bulan belakangan.

Namun keduanya punya sikap berbeda dalam menghadapi polemik ini.

Selagi Nathalie Holscher sering muncul pada beberapa konten artis menjelaskan masalah sebenarnya, Sule menepi dan bungkam soal perceraian.

Tentu saja, sikap Nathalie Holscher menimbulkan pro-kontra.

Hingga akhirnya isu rumah tangga Nathalie Holscher yang retak sebagai settingan.

Terkait itu, Astrid Kuya, salah seorang kerabat Nathalie Holscher, menjawab tudingan itu.

Mengutip kanal Intens Investigasi, Sabtu (16/7/2022), Astrid Kuya menegaskan ribut rumah tangga antara Nathalie Holscher dan Sule bukanlah rekaan.

Sebagai tante, Astrid Kuya pun pasang badan dan menanggapi dengan menohok.

Astrid Kuya menilai mustahil Nathalie Holscher mereka-reka prahara rumah tangganya khususnya terkait perceraian.

"Enggak, enggak mungkinlah, masak ada settingan kayak begini, aduh," jawab istri Uya Kuya.

Justru, Astrid Kuya sangat menyayangkan nasih rumah tangga Sule dan Nathalie Holscher.

Dia serta anggota keluarga lain tidak mengharapkan itu terjadi.

"Menyayangkan pastilah. Kita 'kan keluarga pasti enggak ingin saudara mengalami hal kayak begitu," lanjutnya.

Salah satunya, sang suami Uya Kuya coba mendamaikan Nathalie Holscher dan Sule.

Uya Kuya berusaha menjadi penengah sehingga gugatan cerai Nathalie Holscher ke Sule bisa ditarik.

Sebagai keluarga, Uya Kuya tak ingin perceraian Sule dan Nathalie Holscher dapat terjadi.

Diketahui kalau istri Uya Kuya yakni Astrid merupakan tante dari Nathalie Holscher.

Sebagai keluarga, pasangan suami istri ini kerap mendengarkan curhat Nathalie Holscher dan Sule.

Ia mengaku bahwa beberapa waktu terakhir ini sering berkomunikasi baik dengan Sule maupun Nathalie Holscher, bahkan menceritakan berbagai hal.

"Nathalie sama Kang Sule tuh dua-duanya cerita sama saya, sampai 3 jam mereka cerita," ujar Uya Kuya dikutip Sripoku.com dari Grid.id, Kamis, (14/7/2022).

"Cuma kan saya nggak bisa sampaikan di sini juga," lanjutnya.

Hingga membuat Uya Kuya berusaha menjadi penengah untuk mempertemukan keduanya.

Namun Nathalie Holscher masih enggan untuk bertemu dengan Sule.

"Kang Sule mau kok ketemu, kalau Nathalie masih diam, tapi diam 'kan bukan berarti tidak mau, 'kan?," ucapnya.

Sehingga keinginan Uya Kuya hanyalah rencana belaka.

Ia juga mengungkapkan kalau keduanya memilih untuk berpisah karena masih ada ego dalam diri masing-masing.

"Dua-duanya masih punya ego masing-masing, saya pun alamin juga sama Astrid dulu waktu muda, jadi ya wajar lah," ucapnya.

Sidang perdana 20 Juli mendatang memungkin Sule dapat bertemu Nathalie Holscher.

Biduk rumah tangga yang di ujung tanduk perpisahan membuat Nathalie Holscher tak berubah pikiran.

Sebelum perpisahan mereka terjadi, Uya Kuya mencoba untuk meleraikan permasalahan Nathalie Holscher dan Sule.

"Saya masih mengupayakan mereka bertemu tanpa media dan podcast," ujarnya.

"(Kalau memang kekeh pisah) Saya akan berusaha membuat mereka pisah baik-baik," lanjutnya.

Uya Kuya juga menganggap kalau kehidupan rumah tangga Sule dan Nathalie Holscher lebih sulit dari yang Ia jalani dengan Astrid.

"Saya sama Astrid yang dulu sama-sama single, pas menikah saja ada masalah," ungkapnya.

"Apalagi yang ini, Nathalie Holscher masih muda, kang Sule punya keluarga bawaan, pasti lebih sulit," lanjutnya.

Uya Kuya tak ingin pernikahan Nathalie Holscher dan Sule yang genap 2 tahun tersebut harus berhenti di atas meja hijau.

Apa Itu Cerai Gugat dan Cerai Talak?

Dalam UU Perkawinan, ada tiga hal yang dapat memutus sebuah pernikahan. Ketiganya adalah kematian, perceraian dan atas keputusan pengadilan.

Dalam perceraian di pengadilan agama, terdapat istilah cerai gugat dan cerai talak. Untuk diketahui, pengadilan agama diperuntukkan untuk perceraian bagi pasangan yang beragama Islam.

Sementara proses perceraian di pengadilan negeri yang diperuntukkan bagi pasangan non-Muslim tidak mengenal kedua istilah ini.

Lalu, apa beda cerai gugat dan cerai talak?

Secara umum, suami atau istri yang ingin menggugat cerai harus mengajukan gugatan ke pengadilan.

Berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, perceraian hanya dapat dilakukan di depan sidang pengadilan setelah pengadilan tidak berhasil mendamaikan kedua belah pihak.

Ketentuan ini berlaku secara umum. Namun, untuk pasangan yang beragama Islam, proses perceraian juga mengacu pada ketentuan khusus, yakni Kompilasi Hukum Islam.

Dalam Kompilasi Hukum Islam, putusnya perkawinan yang disebabkan perceraian dapat terjadi karena talak atau disebut cerai talak dan berdasarkan gugatan perceraian atau cerai gugat.
Perbedaan cerai gugat dan cerai talak

Permohonan cerai talak merupakan perceraian yang diajukan oleh suami. Sementara gugatan perceraian yang diajukan oleh istri disebut cerai gugat.

Dalam Kompilasi Hukum Islam, talak adalah ikrar suami di hadapan sidang Pengadilan Agama yang menjadi salah satu sebab putusnya perkawinan.

Pasal 129 berbunyi, “Seorang suami yang akan menjatuhkan talak kepada isterinya mengajukan permohonan, baik lisan maupun tertulis kepada Pengadilan Agama yang mewilayahi tempat tinggal istri disertai dengan alasan, serta meminta agar diadakan sidang untuk keperluan itu.”

Sementara itu, cerai gugat tertuang dalam Pasal 132 yang berbunyi,

“Gugatan perceraian diajukan oleh istri atau kuasanya pada Pengadilan Agama, yang daerah hukumnya mewilayahi tempat tinggal penggugat kecuali istri meninggalkan tempat kediaman bersama tanpa izin suami.”

Dalam pasal ini, terdapat istilah penggugat yang dimaksudkan untuk menyebut istri yang mengajukan gugatan perceraian. Sementara suami yang digugat disebut dengan pihak tergugat.

Sebutan ini berbeda dengan proses cerai talak.

Dalam cerai talak, suami yang mengajukan permohonan cerai talak disebut dengan pemohon. Sedangkan, pihak istri disebut termohon.

Perbedaan antara cerai talak dan cerai gugat lainnya terletak pada saat akhir proses perceraian.

Dalam cerai gugat, perceraian dianggap telah terjadi terhitung sejak jatuhnya putusan Pengadilan Agama yang mempunyai kekuatan hukum tetap.

Proses perceraian akan berakhir dengan diputuskannya perkara perceraian oleh hakim dalam sidang terbuka.

Hal ini berbeda dengan cerai talak.

Dalam cerai talak, setelah hakim menjatuhkan putusan yang mempunyai kekuatan hukum tetap, suami akan mengikrarkan talaknya di depan sidang Pengadilan Agama yang dihadiri oleh istri atau kuasanya.

Jika suami tidak mengucapkan ikrar talak dalam tempo enam bulan sejak putusan pengadilan dijatuhkan, maka hak suami untuk mengikrarkan talak gugur.

Perceraian pun dianggap batal dan ikatan pernikahannya tetap utuh.