7 Fakta Terbaru Iwan Budi, Mayat ASN Bappenda Semarang yang Hilang diduga Tewas dibakar di Kawasan Marina
Kota Lumpia dihebohkan dengan kabar temuan sesosok mayat yang sudah terbakar beserta motornya di Kawasan Marina Semarang pada, Kamis 8 September 2022 pada pukul 20.30 WIB.
Dugaan identitas mayat dan motor yang terbakar di Kawasan Marina Semarang itu disampaikan oleh Polrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar saat penyelidikan, Jumat 9 September 2022.
Penemuan mayat di Kawasan Marina ini mengarah ke ASN Bappenda Kota Semarang yang hilang karena plat nomor yang dipakai sesuai pada yang Iwan Budi Paulus pakai saat hilang.
Berikut ini fakta terbaru Iwan Budi, ASN Bapenda Semarang yang Hilang diduga Tewas Jadi Korban Pembunuhan, selengkapnya berikut ini.
1. Tak sengaja ditemukan warga
Kata Irwan penemuan mayat itu bermula dari seseorang pekerja lahan di kawasan tersebut.
"Sekitar pukul 20.30 WIB, kami menerima informasi dan laporan dari masyarakat tentang ditemukan mayat yang diduga dibakar atau terbakar di lokasi di area milik CV. Family yang ada di Marina," papar Irwan.Irwan menuturkan mayat tersebut diduga adalah pegawai Bapenda Semarang yang hilang apabila merujuk pada plat nomor kendaraan.
Kendaraan yang terbakar masih meninggalkan plat merah dinas dengan motor Mio H 9799 RA.
"Plat kendaraan sesuai dengan milik saudara Iwan Budi yang sudah hilang sejak 24 Agustus 2022. Lalu juga nomor rangka juga sesuai," kata Irwan.
Selain plat nomor ada juga papan nama atas nama Iwan Budi.
2. Kondisi Naas mayat terduga adalah Iwan Budi.
Saat ditemukan kondisi korban sudah terbakar dan hanya di bagian leher ke bawah.
"Untuk bagian kepala, kaki kanan, dan kedua telapak tangan tidak ada di lokasi dugaan sementara mungkin bisa saja dibawa binatang liar," katanya.
Dalam penemuan ini, Irwan tidak bisa memastikan identitas korban, bahkan jenis kelaminnya.
"Lebih lengkapnya menunggu hasil forensik," ungkapnya.
Sementara ini, Polrestabes Semarang masih melakukan penyelidikan dengan anjing pelacak.
Kemudian untuk jenazah sudah diteliti dan dibawa ke ruang forensik," pungkasnya.
3. Korban Pembunuhan?
Dugaan pembunuhan mayat dan motor yang terbakar di Kawasan Marina Semarang itu disampaikan oleh Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Djuhandani Rahardjo Puro saat penyelidikan, Jumat 9 September 2022.
"Ada dugaan pembunuhan karena di TKP ditemukan bekas-bekas penganiayaan," katanya.
Lebih rinci Djuhandani menuturkan bukti dugaan penganiayaan karena di lokasi ada bekas bensin untuk membakar.
Kemudian hal ini juga dikatakan okeh Djuhandani bukan dilakukan oleh korban sendiri.
"Lalu apakah korban masih dalam kondisi hidup atau meninggal ini menunggu pemeriksaan. Mungkin dalam satu atau dua hari ini kita akan mengetahui korban sudah meninggal atau belum," katanya.
Pada prinsipnya kami beserta Polrestabes Semarang mengungkap kasus ini secara gamblang dan jelas," sambung Djuhandani.
4. Sempat dinyatakan hilang.
Mayat dan motor yang terbakar di Kawasan Marina Semarang itu diduga adalah pegawai Bapenda Semarang .
Pihak keluarga keluarga mengkorfirmasi kepada pihak penyidik bahwa Iwan Budi alias Iwan Boedi Prasetijo Paulus dinyatakan hilang sejak 24 Agustus 2022.
Selain itu juga ada papan nama Iwan Budi yang ditemukan di lokasi kejadian.
Polrestabes Semarang saat menyelidiki penemuan mayat terbakar di Marina Semarang. Keluarga berharap mayat itu bukan Iwan Budi.
5. Keluarga Iwan Budi buka suara.
Keluarga ASN Bapenda Kota Semarang yang hilang, Iwan Budi Paulus angkat bicara soal penemuan mayat terbakar di Kawasan Marina.
Dari ditemukannya mayat terbakar di Kawasan Marina itu, pihak keluarga berharap itu bukan Iwan Budi Paulus.
Hal itu disampaikan oleh adik ipar Iwan Budi Paulus, Yosef Prastowo (41) saat ditanya mengenai mayat terbakar di Marina Semarang.
Dia tidak ingin percaya terlebih dahulu meskipun yang memang benar motor dan kerangka milik Iwan Budi.
"Kita tunggu penyelidikan dari kepolisian dan berharap yang terbaik," katanya.
Yosef mengonfirmasi bahwa pihak keluarga sudah dimintai sampel oleh pihak kepolisian pukul 13.00 WIB, Jumat 9 September 2022.
6. Sampel DNA yang diambil berasal dari anak Iwan
Diketahui pihak penyidik telah meminta sample DNA dari anak Iwan Budi untuk keperluan penyidikan.
"Pihak keluarga masih menunggu hasil tes DNA. Kami masih menunggu itu. Sampel sudah diambil dari anak," ujar Yosef
7. Sosok Iwan Budi dimata keluarga.
Selain berharap bukan jenazah Iwan Budi keluarga juga tidak percaya Iwan terlibat kasus korupsi.
Di mata keluarga Iwan adalah sosok yang bertanggungjawab dan profesional.
"Kalau untuk korupsi kami enggak percaya. Kalau korupsi rumahnya pasti sudah gedong, ini kan rumahnya juga bangunan lama. Mobilnya juga masih utang," kata Yosef.