Adegan Sofa Terungkap, Kejaksaan Kembalikan Berkas Putri Candrawathi, Ini Alasannya
Berkas istri Ferdy Sambo yakni Putri Candrawathi dikembalikan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) ke Bareskrim Polri.
Sebelumnya dikabarkan bahwa berkas Putri Candrawathi sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J telah dilimpahkan ke Kejaksaan pada 29 Agustus 2022.
Kejaksaan mengembalikan berkas Putri Candrawathi sebab masih belum lengkap atau (P-18).
Dilansir dari Seputar Tangsel, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Ketut Sumedana pun memberi konfirmasi ketidaklenhkapan berkas PC tersebut.
“Rencananya pekan ini (berkas perkara Putri Candrawathi) P-19,” kqta Ketut Sumedana pada Senin, 5 September 2022.
Berkas Putri Candrawathi pun akan dikembalikan kepada penyidik Bareskrim Polri dalam tujuh hari, setelah surat perihal pengembalian berkas perkara untuk dilengkapi (P-19) diterbitkan oleh Jaksa Peneliti.
Pengembalian berkas perkara tersebut juga disertai dengan petunjuk jaksa yang harus dipenuhi penyidik.
Ketut Sumedana juga memastikan tenggat waktu kapan P-19 berkas perkara PC akan dilakukan.
“Paling lambat Kamis depan,” ujarnya.
Selain berkas perkara PC, Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung juga telah mengembalikan berkas perkara dari empat tersangka lain kasus pembunuhan Brigadir J ke Bareskrim Polri.
Berkas perkara dari tersangka Ferdy Sambo, Richard Eliezer atau Bharada E, Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf dianggap belum lengkap.
Kejakasaan menilai bukti formil dan bukti materiil keempat tersangka masih kurang.
"Tim jaksa peneliti berpendapat bahwa berkas perkara atas nama tersangka FS, REPL, RRW, dan KM belum lengkap secara formil dan materiil," kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana.
"Oleh karenanya perlu dilengkapi atau dipenuhi oleh tim penyidik direktorat tindak pidana umum badan reserse kriminal polri sesuai dengan petunjuk Jaksa," lanjutnya.
Pada rekonstruksi Brigadir J yang dilakukan di Magelang, terdapat adegan dimana Kuat Ma'ruf alias Om Kuat terlihat masuk ke kamar istri Ferdy Sambo yakni Putri Candrawathi.
Pada adegan tersebut, terlihat jelas bagaimana Putri Candrawathi seperti memberitahukan sesuatu kepada Om Kuat di kamarnya.
Belakangan terungkap tentang isi pembicaraan antara Om Kuat dan Putri Candrawathi.
Dikutip dari YouTube Beda Enggak, Putri Candrawathi ternyata memanggil Om Kuat karena hal yang sangat penting.
Pasalnya, istri Ferdy Sambo ini tahu jika Om Kuat saat itu sedang berselisih dengan Brigadir J.
Jadi Putri Candrawathi memanggil Om Kuat dengan alasan untuk mendamaikan perselisihan yang terjadi dengan Brigadir J.
“Kehadiran Om Kuat itu adalah lebih karena Ibu Putri Candrawathi ingin mendamaikan Kuat Ma’ruf dengan Brigadir J,” ucap Sandrayati.
“Jadi klarifikasi yang kami dapat, bahwa karena ada ribut dibawah pada malam itu setelah ada yang menemukan dugaan pelecehan seksual, terjadi keributan,” jelasnya.
Sandrayati menyampaikan, perihal mendamaikan Om Kuat dengan Brigadir J bukan hanya didengar dari kesaksian Putri Candrawathi.
Kepada Komnas HAM dan Komnas Perempuan, ada juga saksi yang menyatakan hal sama dengan Putri Candrawathi soal mendamaikan Om Kuat dan Brigadir J.
Dalam keterangannya, Sandrayati mengungkapkan, Komnas HAM juga mendapatkan laporan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J terhadap Putri Candrawathi dari Komnas Perempuan.
Menurut Komnas Perempuan, kata Sandrayati, pihaknya sudah mengetahui perihal dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J terhadap Putri Candrawathi.
Baik di Duren Tiga maupun Magelang sejak 16 Juli 2022.
“Dan sudah pertanyaan-pertanyaan memang apakah sudah ada kejadian sebelumnya, karena pada Juli itu kan basisnya masih pengaduan tentang dugaan pelecehan seksual pada tanggal 8,” ujarnya.
Sebab, lanjut Sandrayati, tim Komnas Perempuan sudah dua kali bertemu dengan Putri Candrawathi sebelum bergabung dengan Komnas HAM.
“Dan kami sama-sama telah meminta keterangan dari Ibu Putri Candrawathi 2 kali, pasca dua pertemuan yang dihadiri hanya oleh Komnas Perempuan,” jelas Sandrayati.
“Dan kami juga meminta keterangan dari pihak-pihak lain, (waktu meminta kepada keterangan Putri Candrawathi) 21 Agustus dan 23 Agustus,” ujarnya.
Pertengkaran antara Om Kuat dan Brigadir J seakan membuka tabir alasan kenapa sang supir membawa pisau dari Magelang.
Namun sampai saat ini, Komnas HAM belum membeberkan alasan Om Kuat membawa pisau dari Magelang.
Fakta baru memang terus terungkap dalam kasus Brigadir J.
Salah satunya dimana Bripka RR diminta Putri Candrawathi untuk menyimpan senjata laras panjang milik Brigadir J.
Ada kemungkinan jika Putri Candrawathi tahu bila Brigadir J bisa saja menembak Om Kuat dalam kisruh tersebut.
Adegan di Sofa Terungkap
Ada satu adegan dalam rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di rumah Ferdy Sambo yang memperlihatkan Putri Candrawathi seperti mengadu pada sang suami.
Belakangan diketahui, isi dari komunikasi antara Putri Candrawathi da Ferdy Sambo dilantai tiga rumah dinas Propam Polri tersebut.
Berdasarkan keterangan dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Putri Candrawathi memang mengadu kepada Ferdy Sambo soal sesuatu di Magelang.
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan jika Putri Candrawathi sepertinya melaporkan tentang pelecehan seksual yang terjadi di Magelang kepada Ferdy Sambo.
Pasalnya saat tiba di rumah dinasnya tersebut, Putri Candrawathi langsung naik ke lantai dua untuk bertemu suaminya.
Setelah mendapatkan laporan dari Putri Candrawathi tersebut, Ferdy Sambo langsung naik pitam.
Jenderal bintang dua ini kemudian meminta agar Bharada E dan Kuat Ma'aruf alias Om Kuat memanggil Brigadir J.
Ferdy Sambo lalu turun ke lantai satu tepat dimana tempat eksekusi Brigadir J.
Setelah itu Ferdy Sambo marah dan berkata-kata tentang sesuatu mengenai istrinya.
Tak berselang lama, Ferdy Sambo meminta agar Bharada E menembak Brigadir J.
Aksi Bharada E ini dilihat langsung oleh Om Kuat dan Ferdy Sambo yang berdiri di belakang Bharada E.
"Jadi Om Kuat ini menyaksikan semuanya," kata Choirul Anam dikutip dari YouTube Beda Enggak.
Setelah Bharada E menembak Brigadir J, Ferdy Sambo kemudian melakukan skenarionya dengan menembak beberapa dinding.
Hal ini agar terlihat jika memang sempat terjadi baku tembak di rumah Irjen Ferdy Sambo.
Sebagai informasi, Foto jenazah Brigadir J yang tewas ditembak dan tergeletak dilantai rumah Ferdy Sambo langsung jadi pembicaraan publik.
Dengan memakai baju putih, Brigadir J nampak tergeletak dibawah tangga dan berlumuran darah.
Foto jenazah Brigadir J ini pertama kali ditampilkan oleh Komnas HAM.