Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menakjubkan, pria ini ceritakan pengalamannya menikah dengan 3 gadis kembar sekaligus

 


Tak pernah terbayangkan olehnya sebelumnya bisa menikah dengan gadis pujaannya, 3 orang sekaligus, kembar pula.

Pria mana yang menolak bila ada 3 gadis kembar yang mengajak menikah. Jangankan 3, 1 gadis saja yang ada mengajak mau menikah pasti tidak akan ditolak oleh pria ini.

Tapi nasib berkata lain, pria ini malah mendapatkan 3 gadis kembar sekaligus yang membuatnya senang bukan kepalang.

Bisa jadi, pernikahannya dengan 3 gadis kembar ini menjadi salah satu pernikahan unik di dunia. Soalnya, kejadian seperti ini masih sangat jarang sekali terjadi.

Tapi, bagaimana dengan malam pertamanya? Sanggup kah sang mempelai pria ini melewatinya dengan sempurna?

Karena hal itu tak hanya membutuhkan stamina yang cukup prima, tapi juga butuh keyakinan yang kuat agar bisa melewati malam pertama dengan maksimal.

Hal itulah yang dialami oleh Luwizo yang telah berhasil menikahi tiga gadis kembar sekaligus. Anehnya, ketiga gadis kembar itu malah senang bisa menikah dengan Luwizo.

Begitu juga dengan Luwizo. Pastinya dia lebih senang lagi bisa menikahi 3 gadis kembar sekaligus.

Aneh tapi nyata, namun begitulah faktanya. Ternyata pernikahan ini benar- benar bisa terjadi.

Walau pada awalnya, Luwizo mendapatkan tantangan dari keluarganya yang menentang Luwizo untuk berpologami dengan 3 gadis kakak beradik.

Tapi kemudian, Luwizo berhasil melewati tantangan itu. Terlebih lagi, adik perempuan Luwizo yang awalnya menentang hingga akhirnya mendukung Luwizo menikahi ketiga gadis kembar itu.

“Awalnya ketika saya mendengar dia menikahi kembar tiga, saya tidak mengerti. Tetapi kemudian saya mengerti bahwa itu mungkin. Meskipun orang tua kami membencinya. Saya akan selalu mendukungnya,” ungkap saudara perempuan Luwizo.

Bagaimanapun, Luwizo merupakan salah satu pria yang beruntung di dunia ini. Karena tanpa susah payah, dia berhasil menikahi 3 gadis kembari sekaligus secara sah.

Kronologi pernikahan yang terbilang unik itu terjadi saat Natalie, salah seorang dari 3 gadis kembar berpacaran dengan seorang pria yang bernama Luwizo.

Pada awalnya, pacaran itu berjalan seperti biasa tanpa ada hambatan. Keduanya pun saling cinta. Bahkan, Luwizo kerap mengunjungi rumah gadis impiannya itu.

Tak ubahnya orang yang sedang memadu kasih, Luwizo pun bermesraan dengan kekasinya itu.

Tanpa disadari Luwizo, sejak beberapa kali dia berkunjung ke rumah kekasihnya itu, ternyata, dia tidak hanya diladeni oleh seorang gadis. Melainkan oleh tiga gadis yang berbeda.

Tapi karena Luwizo tidak mengetahui bahwa gadis yang dipacarinya itu memiliki kembaran dua gadis lain, Luwizo pun tidak menyadari itu. Terlebih lagi, ketiga saudari kembar itu memiliki kemiripan dan hubungan yang sangat dekat.

“Saya hampir pingsan. Aku bertanya kepada mereka di antara kalian semua, siapa Natalie? Mereka memberi tahu saya bahwa saya telah bertemu mereka semua pada hari yang berbeda saat saya berkunjung,” ungkap Luwizo.

Dari situlah Luwizo menyadari bahwa selama ini dia telah memacari tiga gadis kembar sekaligus. Sontak saja hal itu membuatnya bahagia. Karena dia merasa, ada tiga gadis yang telah mencintainya.

Gayung pun bersambut. Ternyata, ketiga gadis kembar itu benar- benar mencintai Luwizo. Makanya, ketiga gadis kembar itu sama- sama ingin menjadi istri Luwizo.

Tapi yang pasti, karena hubungan gadis kembar itu sangat dekat, ketiganya tak ingin berpisah hanya karena menikahi lelaki yang berbeda.

Makanya, ketiga gadis kembar itu pun sepakat untuk sama- sama menikahi Luwizo. Intinya, mereka sepakat untuk berbagi suami.

Wah, betapa bahagianya Luwizo mendapatkan kabar itu. Ibarat pepatah “sekali dayung, dua tiga pulau terlampui”.

"Saya menjadi bingung karena saya berencana untuk menikahi Natalie. Yang membuat saya tambah bingung adalah saya tidak dapat menikahi salah satu gadis dan meninggalkan keduanya,” ujar Luwizo sambil tertawa melansir dari Newsflash VIA NY POST, Kamis, 20 Oktober 2022.

Betapa bahagianya Luwizo bisa menikahi kakak beradik itu di Kongo, Republic Democratic Kongo itu.***