Pria Pengantin Baru Ini Tak Bisa Berdiri, Tiap Malam Istrinya Menangis Ratapi Nasib, Begini Akhirnya
Kisah pasangan suami istri pengantin baru ini harus diuji di awal-awal pernikahan mereka.
Apa yang dialami suami sang pengantin baru membuat sang istri harus menerima nasibnya.
Tiap malam sang istri meratapi nasibnya.
Tapi kini pasangan suami istri pengantin baru tersebut telah berbahagia.
Kisah suami yang bernama Duc dan istrinya Hoai ini terjadi di Hanoi, Vietnam.
Perjalanan rumah tangga mereka tak mudah.
Banyak orang yang sangat terkesan dengan kemauan dan usaha pasangan ini untuk bangkit.
Semua berawal saat Duc dan Hoai menikah pada tahun 2014.
Kebahagiaan pengantin baru itu hanya berlangsung beberapa bulan saja.
Duc tiba-tiba mengalami kecelakaan kerja dan harus dirawat di rumah sakit.
Oleh rumah sakit, pengantin baru itu didiagnosis dengan cedera tulang belakang leher.
“Selama saya di rumah sakit, anggota badan saya tidak bergerak tetapi pikiran saya masih terjaga," kata Duc dilansir dari Eva.vn Senin (27/6/2022).
Saat itu, Duc berpikir bahwa dirinya sudah tak ada harapan lagi.
Ia juga tak masalah jika istrinya mencari kebahagiaan baru bersama pria lain.
Setelah dirawat di rumah sakit, Tn. Duc terbaring di tempat tidur di rumahnya selama dua tahun.
Ia dirawat seperti anak kecil.
Duc tak bisa berdiri.
Meskipun merawatnya dengan baik, dia selalu menunjukkan sikap pemarah dan memarahi istrinya.
Dia melakukan ini karena dia ingin istrinya meninggalkan orang lumpuh dan tidak berguna seperti dirinya.
Namun, sang istri bernama Hoai itu tidak mengeluh sama sekali.
Ia tetap melayani suaminya sepenuh hati "dari A sampai Z" setiap hari.
Ia rela membawa suaminya kemana-mana, dengan harapan bisa sembuh.
Namun, selama dua tahun, semua upaya itu seperti tak ada gunanya.
Tidak menyerah pada takdir, Hoai setiap hari dan setiap jam terus menyemangati suaminya agar segera pulih.
"Saya tidak tahu berapa malam saya menangis diam-diam karena saya mencintai suami saya dan mencintai nasib saya, tetapi saya tidak pernah berpikir untuk menyerah. Saya selalu berbisik kepada suami saya tentang berusaha dan terus berharap untuk anak-anak di masa depan, "kata Hoai.
Melihat kegigihan istrinya, hati Duc yang menjadi lunak.
Ia tak lagi menjadi pemarah agar istrinya mencari kebahagiaan lain.
"Selangkah demi selangkah di sekitar tempat tidur, hingga berjalan… Setelah satu tahun mencoba terus menerus, upaya itu membuahkan hasil, saya dapat melangkahkan kaki untuk pertama kali," ujar Duc.
"Memang, proses belajar saya berjalan seperti anak kecil, hanya merangkak," ungkap Duc.
Setelah agak pulih, Duc dan Hoai selanjutnya bertekad untuk memiliki anak.
Pasangan suami istri itu ke dokter dan keduanya dinyatakan sehat untuk memiliki anak.
Hanya saja, setelah dicoba berkali-kali, pasangan suami istri ini tak kunjung mendapatkan anak.
Keduanya mencoba beberapa cara.
Keduanya juga melakukan IUI (inseminasi dalam rahim), tetapi tetap gagal.
Kegigihan mereka berbuah manis.
Suatu hari pada 2020, sebuah telepon dari rumah sakit mengabarkan ada program gratis IVF untuk pasangan suami istri yang mau mendaftar.
IVF adalah fertilisasi in vitro, program hamil yang dikenal mahal.
“Saya sangat khawatir ketika kami , karena ratusan pasangan lain juga melamar, tetapi hanya 10 yang didukung. Ketika rumah sakit mengumumkan hasilnya, pasangan itu hanya bisa saling berpelukan dan menangis bahagia," kenang Hoai.
Progam IVF itu sukses dan Hoai hamil anak kembar.
Pasangan suami istri ini sangat senang dan bersemangat.
Meski Hoai masih harus mengurus suaminya bekerja sebagai pekerja garmen dan pergi ke perawatan antenatal sendirian, dia tetap bahagia karena keinginannya memiliki anak yang sudah lama terkabul.
“Pada hari istri saya pergi ke rumah sakit untuk melahirkan, saya tidak bisa pergi bersamanya, saya hanya duduk di rumah dan mengawasi melalui telepon. Ketika kedua anak saya lahir secara normal, saya memegangi wajah saya dan menangis. Saya sangat berterima kasih kepada istri saya, karena dia telah mengorbankan seluruh masa mudanya untuk saya. Aku sangat mencintaimu," kata Duc kepada istri tercintanya.
Penjelasan medis
Kepala Departemen Andrologi (Rumah Sakit Andrologi dan Infertilitas Hanoi) mengatakan bahwa Tuan Duc dan Nyonya Hoai adalah kasus yang sangat istimewa.
Pasangan ini punya semangat luar biasa untuk bangkit dalam hidup dan memiliki anak
Sebenarnya kata dokter tersebut, cedera tulang belakang leher mempengaruhi refleks ejakulasi Duc.
Pasalnya hal ini berhubungan dengan saraf tulang belakang.
Inilah yang membuat istrinya susah hamil.
"Itu sebabnya meskipun dia masih bisa berhubungan seks, dia masih bisa menghasilkan sperma di epididimis, hormon dan hormonnya masih ada, tetapi karena dia tidak memiliki refleks ejakulasi, dia tidak bisa memiliki anak secara normal," ucapnya.
“Dengan cedera tulang belakang, beberapa kasus dapat diobati tetapi akan mengalami kesulitan, kemungkinan melahirkan sangat rendah. Pada kasus Pak Duc, setelah memeriksa testis, tidak ada atrofi, kualitas sperma cukup baik, jadi kami melakukan pengambilan sperma di testis dan mengumpulkan sperma untuk membuahi istri. Dalam hal ini, menemukan sperma tidak rumit, tidak perlu melakukan operasi mikro untuk menangkap sperma, "kata dokter itu. (*/Eva.vn