Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Prediksi China Benar, Giliran Wakil Presiden Komisi Eropa Akui Indonesia Negara Besar Penjaga Perdamaian Dunia



China pernah memprediksi bahwa Indonesia bakal jadi negara besar.

Prediksi China ini memang tak bisa dianggap sebelah mata karena Indonesia punya segala modal untuk jadi negara besar.

Modal Indonesia jadi negara besar mirip dengan kepunyaan China.

Yakni sumber daya alam dan sumber daya manusia.

Bedanya China sudah memanfaatkan semaksimal mungkin SDM dan SDA nya sedangkan Indonesia belum.

Indonesia dibekali SDM yang bisa dibilang sedang dalam perjalanan menuju puncak.

Indonesia hendak menerima bonus demografi.

Bonus demografi yakni umur muda alias usia produktif manusia di Indonesia lebih banyak dari yang non-produktif.

Bonus demografi ini sebagai modal Indonesia menjadi negara besar.

Kemudian soal SDA.

SDA tak perlu diragukan lagi Indonesia mempunyai ini sejak zaman masih bernama Nusantara.

SDA inilah yang membuat bangsa Eropa datang dan menjajah wilayah Nusantara.

Adanya potensi Indonesia menjadi negara besar diungkap oleh pengamat militer dari China, Luo Yongkun.

Luo mendedahkan bahwa Indonesia memiliki tujuan nasional saat ini.

Yakni menjadi negara besar di masa depan.

"Tujuan strategis nasional Indonesia adalah untuk menjadi negara besar, dan ambisi ini selalu ada," ujar Luo dikutip dari sohu.com, 12 Februari 2022.

Wilayah georgrafis juga menambah peran Indonesia sebagai negara besar.

Tapi Luo memberitahu bahwa Indonesia harus berusaha mandiri dalam industri pertahanan supaya menjamin jalan menuju negara besar.

"Letak geografis, wilayah, dan perkembangan ekonomi Indonesia merupakan faktor yang menguntungkan untuk disebut sebagai negara besar, tetapi masih ada kekurangan yang jelas dalam kekuatan pertahanan nasional," jelasnya.

Industri pertahanan menjadi peran penting bila ingin menasbihkan diri jadi negara besar.

Lihat China, AS atau Rusia, industri pertahanan mereka mandiri bisa memproduksi peralatan militer di dalam negeri sehingga bisa jadi negara besar.

"Didorong oleh ambisi negara sebesar itu, ia akan secara aktif mempromosikan modernisasi pertahanan nasional," papar Luo.

Bukan cuma China, Prancis sekalian mengakui jika Indonesia punya kesempatan jadi negara besar.

Sebab itulah Prancis saat ini getol memepet Indonesia untuk melakukan kerja sama dibidang pertahanan.

"Disorot di media kami oleh keberhasilan industri pertahanan baru-baru ini, Indonesia terus menghadirkan paradoks sebagai negara yang kurang dikenal, meskipun kepentingan strategisnya berkembang di Asia dan di dunia.

Peluang nyata bagi Prancis untuk memperkuat pengaruhnya dan prospek strategisnya," tulis Portail-ie.fr.

Prancis ingin hadir kembali di Asia Tenggara setelah tahun-tahun kolonial suram saat menjajah Vietnam.

"Dengan pergeseran titik gravitasi global, yang menekankan Asia, Prancis berusaha untuk terlibat penuh di kawasan itu agar tidak menemukan dirinya terbatas pada kemungkinan pinggiran Eropa di masa depan.

Ketika ketegangan Tiongkok-Amerika terus meningkat, banyak negara Asia Tenggara berusaha untuk tidak terlibat dalam konfrontasi ini, sejalan dengan prinsip non-blok yang muncul dari konferensi Bandung," jelasnya.

Indonesia dinilai tepat dijadikan mitra utama di Asia Tenggara karena Jakarta berpotensi jadi raksasa dunia.

"Dan di antara semua negara sub-kawasan ini, ada satu yang terkadang terlupakan, sampai-sampai dikenakan pajak sebagai raksasa tak kasat mata," lapornya.

Meski belum mendapat predikat negara maju, banyak bangsa lain mengakui jika Indonesia amat keras menjaga kedaulatan negaranya.

Oleh sebab itu tak jarang Indonesia harus menghadapi kekuatan besar dunia contohnya China di Natuna Utara.

Walau lawannya raksasa dunia, Indonesia takp peduli dan siap sedia menjaga kedaulatan negara.

Indonesia memiliki pemerintahan baru yang perlu membuktikan kepada masyarakat bahwa Indonesia lebih serius menjaga sumber daya alamnya," kata pengamat militer China Fu Kuncheng dikutip dari afr.com pada 24 Juni 2016 silam.

Fu mengatakan jika Indonesia tak bisa ditekan begitu saja di Natuna Utara atau wilayah kedaulatannya yang lain baik oleh China maupun AS.

"Indonesia adalah negara yang sangat besar dan biasanya telah merdeka (tak bisa ditekan) dari kekuatan apa pun, apakah itu China atau AS." jelas Fu.

Sedangkan China sendiri mengincar Natuna Utara sebagai salah satu bagian rencana mereka membuat jalur ekonomi dunia Belt and Road Initiative (BRI).

Belt and Road Initiative China merupakan salah satu kebijakan luar negeri dan ekonomi Pemerintah Tiongkok yang paling ambisius.

Kebijakan ini bertujuan untuk memperkuat pengaruh ekonomi Beijing melalui program yang luas dan menyeluruh dalam pembangunan infrastruktur di seluruh negara yang dilewati jalur tersebut," papar rusi.org.

Indonesia menjadi salah satu titik penting dalam BRI.

Tanpanya, BRI China bukan apa-apa.

"Indonesia mungkin perlu menempuh berbagai cara untuk menghadapi China di Laut China Selatan.

Salah satunya adalah untuk menyadari bahwa sementara Indonesia membutuhkan China secara ekonomi, China juga membutuhkan Indonesia.

Jika kita melihat peta resmi BRI misalnya, Indonesia sangat penting karena merupakan salah satu titik fokus di sepanjang rute maritim dari inisiatif tersebut," lapor The Conversation.

Indonesia bisa semakin digdaya terhadap China karena Eropa sudah mengakui NKRI merupakan negara besar berpengaruh.

Hal ini diungkap langsung oleh Wakil Presiden Komisi Eropa Josep Borrell.