Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ini Janji Irjen Ferdy Sambo ke Brigadir J Sebelum Insiden Berdarah Terjadi: Sampai Ada Permohonan...

 


Irjen Ferdy Sambo ternyata pernah memberikan janji khusus kepada Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J sebelum tewas dalam insiden baku tembak.

Apalagi kepergian Brigadir J sangan menyisakan luka yang sangat mendalam bagi sang kekasih yakni Vera Simanjuntak.

Meski bukan keluarga sedarah, tetapi Ferdy Sambo disebut tetap menghargai Brigadir J dengan penuh rasa hormat.

Meski bukan keluarga sedarah, tetapi Ferdy Sambo disebut tetap menghargai Brigadir J dengan penuh rasa hormat.

Bahkan ada keinginan dari Ferdy Sambo untuk membantu Brigadir J untuk dapat menikahi kekasihnya yakni Vera Simanjuntak.

Janji Ferdy Sambo kepada Brigadir J itu diungkapkan langsung ole ibunda Brigadir Yoshua, Rosti Simanjuntak.

Rosti menyebut Ferdy Sambo sampai pernah berbicara tentang rencana bagaimana pernikahan Brigadir J kala itu.

Ketika masih hidup, Brigadir J pernah mengatakan ke Rosti bahwa Ferdy Sambo bersedia membantu mempersiapkan pernikahannya.

"Sampai ada permohonan Ibu dan Bapak itu, tidak akan melepaskanmu sampai menikah. Kalaupun menikah, mereka yang menikahkan," ucap.

Sebelumnya, anggota Ombudsman RI, Johanes Widijantoro sampai saat ini masih terus mengikuti perkembangan dari kasus tewasnya Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Johanes meyakini bahwa kasus tersebut akan segera terungkap, terlebih Polri sudah mulai membuka diri setelah adanya proses penyidikan ilmiah yang kini sedang dilakukan.

Pihak kepolisian juga tidak hanya melibatkan pihak internal saja, tetapi juga ada pihak eksternal, Komnas HAM dan Kompolnas untuk mengungkap kasus tersebut.

"Sebenarnya kan justru kalau dilihat secara positif, kan polisi mau bekerja, 'Mari kita libatkan pihak-pihak independen'," kata Johanes, Senin 25 Juli 2022.

Johanes juga meyakini bahwa dengan melibatkan pihak-pihak eksternal, maka kepercayaan publik terhadap polisi akan tetap terjaga.

Beberapa kejanggalan yang menjadi tanda tanya publik bisa saja perlahan-lahan tersingkirkan dengan sendirinya.

"Cara untuk meningkatkan kepercayaan publik pada kepolisian, ya tentu dengan melibatkan pihak-pihak eksternal, itu sudah tepat," tuturnya.

"Artinya kan mau nggak mau kan, karena ada keraguan, kejanggalan, ada pertanyaan-pertanyaan, ya mau nggak mau polisi pun harus terbuka. Sampai saat ini kan semua hampir tidak ada yang bisa ditutup-tutupin lagi," ucap Johanes menambahkan.

Tak lupa Johanes meminta masyarakat bisa merasa sabar dengan proses penyelidikan yang tengah dilakukan oleh polisi.

"Ini sudah ditangani oleh lembaga-lembaga terkait. Kami harus menghormati proses dulu kan. Nanti kalau ada hal-hal yang menjadi aduan masyarakat dan itu menjadi tugas fungsi kami ya itu pasti kami akan tindak lanjuti. Saya berharap masyarakat sabar dengan proses," pungkasnya.

"Apalagi proses hukum itu kan sesuatu yang tidak sederhana, apalagi kalau kita berbicara tentang pembuktian," sambungnya.

Menurutnya, kasus pembunuhan ini sangat butuh ahli-ahli yang kompeten di bidangnya. Dengan begitu, Johanes meminta biarkan penyidik bisa bekerja secara profesional dan mengungkapnya secara terbuka apapun hasilnya.

Selain itu, besar harapannya masyarakat mau menerima hasil penyidikan ilmiah (scientific crime investigation) yang nantinya akan keluar.